Jumat, 05 Juni 2015

+62 852 1145 2294 (Telkomsel), Jual Jaket Kulit Di Bandung

Jual Jaket Kulit Di Bandung

Jual Jaket Kulit Di Bandung

Jual Jaket Kulit Di Bandung, Jual Jaket Kulit Di Jakarta, Jual Jaket Kulit Di Bekasi, Jual Jaket Kulit Di Depok, Jual Jaket Kulit Di Banjarmasin, Jual Jaket Kulit Di Balikpapan, Jual Jaket Kulit Di Bogor, Jual Jaket Kulit Di Yogyakarta, Jual Jaket Kulit Di Tangerang, Jual Jaket Kulit Di Pontianak, Jual Jaket Kulit Di Cirebon, Jual Jaket Kulit Di Semarang, Jual Jaket Kulit Di Surabaya, Jual Jaket Kulit Di Malang, Jual Jaket Kulit Di Samarinda, Jual Jaket Kulit Di Bandar Lampung, Jual Jaket Kulit Di Makasar, Jual Jaket Kulit Di Garut.

Harga karet ditingkat petani sekarang ini turun lumayan drastis, faktor ini dikeluhkan Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Milton Crosby. Beliau meminta pemerintah pusat laksanakan langkah-langkah buat menyelamatkan nasib petani lokal.

Milton mengemukakan hal tersebut disela-sela kunjungan Menteri Perencanaan & Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago, di Kota Pontianak, Kalbar. Menurut Milton harga karet Indonesia disaat ini cuma Rupiah 4.500/kg jauh di bawah harga karet Malaysia, Vietnam & Thailand yg sanggup di atas Rupiah 15 ribu/kg.

"Kita sulit berkompetisi dgn mereka (negeri luar), dikarenakan jika kita ingin ekspor karet mentah ke Eropa mereka minta lisensi. Sedangkan kita jika ingin punyai lisensi mesti ambil di Malaysia," tutur Milton, di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Jumat (5/6/2015).

Milton meminta pemerintah pusat agar membangun pabrik pengolahan karet di Kalimantan. Aspek itu digunakan biar Indonesia tak jual karet mentah melainkan karet yg telah diolah.

"Misalnya pabrik ban, kan bagus tuh. Menjadi pemerintah mampu miliki ban dulu sanggup terapkan peraturan apabila kendaraan TNI atau Polisi mesti gunakan ban buatan Indonesia," tutur Sintong di depan Direktur Energi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Josaphat Rizal Pramana.

Milton mengemukakan, kalau tak ada langkah konkret pemerintah, sehingga dijamin Indonesia cuma bisa jual bahan mentah keluar negara saja. Sedangkan harga karet dunia sifatnya fluktuatif beda apabila karet tersebut telah dilah jadi barang menjadi.

"Kalau tak ada langkah ya kita hanya sanggup menjadi bangsa costumer, padahal apa yg dibeli bahan mentahnya dari Indonesia," ucapnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.